Kelimutu, Danau Tiga Warna (Flores bagian 1)

Setelah menempuh 3 jam penerbangan dari Bali dengan sekali transit di bandara Komodo, akhirnya kami mendarat di Ende, Flores. Ini merupakan pesawat terakhir yang mendarat di bandara H. Hasan Aroeboesman, dan kami tiba pukul 16:00 waktu setempat. Selamat datang di Flores! Ternyata di luar bandara kami sudah ditunggu oleh bapak Marco, beliau yang akan mengantarkan kita berkeliling selama berada di Flores. Tujuan pertama kita adalah danau Kelimutu, danau tiga warna yang terkenal itu loo!

tutdedarmawan-7175  Pejalanan pun dimuali! Sebelah kiri kanan jalan kami disuguhkan pemandangan yang sangat indah. alam disini masih sangat asri, rumah penduduk masih jarang, dan udara masih segar.

tutdedarmawan-7215 tutdedarmawan-7230  Saking asrinya alam disini, di depan kami ada longsor yang menutupi jalan! hhahaaa. Kami pun harus menunggu alat-alat berat ini bekerja membersihkan sisa longsor. Katanya hal ini sudah biasa, alat-alat berat ini juga sudah siap sedia di beberapa titik rawan longsor.

Akhirnya kami sampai di desa Moni dan bermalam di sebuah penginapan. Kelimutu tinggal beberapa kilometer lagi, dan kami siap berangkat subuh nanti.

tutdedarmawan-7263Pukul 4 pagi kami berangkat menuju danau Kelimutu. Di pos penjaga, kami harus membayar tiket sebesar 2.500 rupiah per orang.

tutdedarmawan-7289Pagi itu cukup berkabut dan gelap. Untuk menuju danau Kelimutu, kita harus berjalan menaiki anak tangga sekitar 30 menit.

tutdedarmawan-7301Ini dia KELIMUTU!! wooow!!!

tutdedarmawan-7513Danau Kelimutu dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perubahan intensitas mineral yang terkandung di danau ini.

tutdedarmawan-7348

tutdedarmawan-7317  Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli” yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Bapak Marcus pemandu kami menjelaskan, danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

tutdedarmawan-7346

tutdedarmawan-7358

tutdedarmawan-7368 tutdedarmawan-7382 tutdedarmawan-7484 tutdedarmawan-7503  Bapak Marcus, merupakan juru kunci Kelimutu. Beliau menjelaskan kami tentang legenda Kelimutu dan berbagai adat istiadat setempat dengan ramah.
 tutdedarmawan-7315  Sambil menikmati pemandangan Kelimutu, kami disuguhkan kopi panas oleh ibu dagang ini 😀 dan…. ternyata ibu ini istrinya bapak Marcus! hhahaa… sekeluarga nih.

SUK_9297 Batu ini merupakan tempat bersemedinya presiden pertama indonesia, Bung Karno. Menurut cerita, beliau sering mengunjungi kelimutu untuk mencari ketenangan dan inspirasi.

tutdedarmawan-7531  Bapak Marcus sangat ramah, beliau pun mengantarkan kami sampai di depan mobil

tutdedarmawan-7534Pemandangan desa Moni, Flores

tutdedarmawan-7553Setelah sarapan dan berkemas, kami segera melanjutkan perjalanan di Flores ini. Tujuan selanjutnya adalah kampung megalitikum, kampung Bena! berangkatt!!!!!

Advertisements